Hubungi Kami
Tips dan Edukasi

Kenapa Lalat Sering Mengerubungi Sapi? Ternyata Ada Hubungannya dengan Pakan

Oleh Nama Penulis - 26 June 2026
12 kali dilihat

Lalat merupakan salah satu masalah yang hampir selalu ditemui di lingkungan peternakan. Selain mengganggu kenyamanan ternak, keberadaan lalat dalam jumlah banyak juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan menurunkan performa sapi. Menariknya, pernahkah Anda memperhatikan bahwa dalam satu kandang yang sama, ada sapi yang dikerubungi banyak lalat, sementara sapi lainnya terlihat lebih sedikit didatangi lalat?

Fenomena ini ternyata tidak selalu berkaitan dengan kebersihan kandang saja. Ada beberapa faktor yang memengaruhi ketertarikan lalat terhadap sapi, termasuk kondisi tubuh dan jenis pakan yang diberikan.

Lalat pada dasarnya tertarik pada lingkungan yang hangat, lembap, dan memiliki aroma tertentu. Tubuh sapi menjadi tempat yang ideal karena menghasilkan panas alami, keringat, serta terkadang masih terdapat sisa kotoran atau urin yang menempel pada kulit dan bulunya. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat lalat mudah tertarik untuk hinggap dan berkumpul di sekitar ternak.

Namun, dalam praktik peternakan sering ditemukan kondisi yang cukup unik. Dua sapi yang dipelihara dalam kandang yang sama bisa memiliki jumlah lalat yang berbeda. Salah satu penyebabnya dapat berasal dari perbedaan pakan yang diberikan.

Salah satu bahan pakan tambahan yang diketahui memiliki manfaat dalam membantu mengurangi gangguan lalat adalah bawang putih. Beberapa peternak menambahkan bubuk bawang putih ke dalam ransum sapi potong sebagai suplemen alami. Kandungan senyawa aktif dalam bawang putih dapat memengaruhi aroma tubuh dan keringat sapi sehingga menjadi kurang disukai oleh lalat.

Hal inilah yang sering membuat sapi yang mendapatkan tambahan bubuk bawang putih terlihat lebih sedikit dikerubungi lalat dibandingkan sapi lainnya. Meski demikian, perlu dipahami bahwa bawang putih bukanlah pengusir lalat yang dapat menghilangkan lalat sepenuhnya. Fungsinya lebih kepada membantu mengurangi ketertarikan lalat terhadap tubuh sapi.

Selain penggunaan bawang putih, pengendalian lalat tetap harus didukung dengan manajemen kandang yang baik. Kebersihan kandang, pengelolaan kotoran ternak, sanitasi lingkungan, serta penyemprotan disinfektan atau insektisida secara berkala tetap menjadi langkah utama dalam mengendalikan populasi lalat di peternakan.

Perlu diperhatikan pula bahwa penggunaan bubuk bawang putih lebih umum diterapkan pada sapi potong. Pada sapi perah, penggunaannya perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena dikhawatirkan dapat memengaruhi aroma dan cita rasa susu yang dihasilkan.

Keberadaan lalat di peternakan memang sulit dihindari, tetapi jumlahnya dapat dikendalikan dengan manajemen yang tepat. Selain menjaga kebersihan kandang, pemanfaatan bahan alami seperti bubuk bawang putih dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi gangguan lalat pada sapi potong.

Dengan kombinasi pakan yang tepat, sanitasi kandang yang baik, dan pengelolaan lingkungan yang teratur, kesehatan dan kenyamanan sapi dapat lebih terjaga. Pada akhirnya, ternak yang sehat dan nyaman akan memberikan performa yang lebih optimal bagi peternak.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi nusaQu atau hubungi tim kami.