Hubungi Kami
Update nusaQu

NusaQu dan BAMBA Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Peternakan Terintegrasi

Oleh Nama Penulis - 26 August 2026
12 kali dilihat

NusaQu dan BAMBA resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan ekosistem peternakan terintegrasi, mulai dari pasokan ternak, pengembangan pakan, penggemukan sapi, hingga pemanfaatan hasil samping peternakan.

PT Nusa Sentosa Indonesia melalui brand NusaQu dan PT Beruang Madu Berkarya (BAMBA) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Strategis Pengembangan Peternakan dan Pakan Terintegrasi pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengembangkan model usaha peternakan yang komersial, terintegrasi, dan dapat dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan kemampuan, jaringan, serta sumber daya masing-masing pihak.

NusaQu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan terintegrasi, mencakup pengelolaan ternak, pengembangan pakan, pemasaran, digitalisasi peternakan, serta pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk bernilai tambah. Sementara itu, BAMBA merupakan perusahaan agribisnis yang mengembangkan model usaha terintegrasi dan closed-loop, mencakup pasokan ternak, pakan, pemanfaatan sumber daya pertanian, serta pengembangan produk bernilai tambah dari hasil samping pertanian dan peternakan.

Kesamaan pendekatan tersebut menjadi dasar bagi kedua perusahaan untuk membangun kolaborasi yang menghubungkan berbagai aspek dalam rantai usaha peternakan.

Pada tahap awal, kerja sama akan dimulai melalui pasokan sapi Bali dari BAMBA kepada NusaQu yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi pasokan secara berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak akan mengembangkan silase dengan bahan baku utama pucuk tebu serta bahan baku potensial lainnya sebagai bagian dari pengembangan pakan ternak.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan penggemukan sapi secara terintegrasi, dengan lokasi yang tersebar di Pulau Jawa. Dalam pelaksanaannya, NusaQu akan berperan dalam kegiatan operasional penggemukan, pengembangan dan produksi silase bersama, penerapan pakan, serta pemantauan kinerja ternak. BAMBA akan mendukung melalui sourcing dan pasokan ternak, akses bahan baku pucuk tebu, serta pengembangan rantai pasok hulu.

Tidak hanya berfokus pada ternak dan pakan, kolaborasi ini juga mencakup pemanfaatan hasil samping dan limbah peternakan. Kedua pihak akan mengembangkan peluang pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik, soil input, maupun produk bernilai tambah lainnya dengan pendekatan closed-loop.

Pendekatan tersebut membuka peluang terciptanya ekosistem yang saling terhubung, dimana sumber daya pertanian dan peternakan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Limbah yang sebelumnya menjadi hasil samping dapat diarahkan menjadi input baru yang memiliki nilai ekonomi.

Membangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan bisnis baru, tetapi juga membangun model peternakan yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan menghubungkan pasokan ternak, pakan, penggemukan, hingga pemanfaatan hasil samping, kedua perusahaan dapat mengembangkan rantai nilai yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Bagi NusaQu, kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah untuk terus membangun ekosistem peternakan Indonesia yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi dengan BAMBA, potensi sumber daya, jaringan, teknologi, pakan, ternak, dan hasil samping peternakan dapat dikembangkan menjadi satu rangkaian usaha yang saling mendukung.

Bersama NusaQu dan BAMBA, kolaborasi menjadi langkah untuk membangun peternakan yang tidak hanya menghasilkan ternak, tetapi juga menciptakan nilai dari setiap bagian dalam ekosistemnya.