
Minat masyarakat terhadap usaha peternakan domba dan kambing terus meningkat. Namun, tidak sedikit calon peternak yang ragu untuk memulai karena minimnya pengetahuan teknis dan kekhawatiran akan kesalahan manajemen. Kesalahan dalam memilih bibit, mengatur pakan, hingga memahami potensi pasar dapat berdampak pada kerugian usaha. Selain itu, masih beredar berbagai persepsi keliru, seperti anggapan bahwa daging kambing atau domba selalu menyebabkan kolesterol tinggi.
Melihat kebutuhan akan edukasi yang tepat dan komprehensif, PT Nusa Sentosa Indonesia (nusaQu) kembali mengadakan pelatihan bertema Manajemen Breeding dan Fattening Domba pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di kandang utama nusaQu Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dirancang khusus bagi pemula yang ingin memulai usaha domba tanpa rasa takut salah langkah.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Muhammad Baihaqi, dosen dari IPB University, yang memaparkan materi secara sistematis dan aplikatif. Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis tanduk domba serta perbedaan mendasar antara kambing dan domba, baik dari sisi karakteristik fisik maupun manajemen pemeliharaannya.
Selain itu, materi juga mengupas kandungan nutrisi daging kambing dan domba yang selama ini kerap disalahpahami. Dijelaskan bahwa anggapan daging kambing atau domba sebagai penyebab utama kolesterol tinggi tidak sepenuhnya tepat. Daging kambing dan domba justru merupakan sumber protein hewani yang menyehatkan apabila dikonsumsi dengan porsi dan pengolahan yang tepat.
Tidak hanya aspek produk, pelatihan ini juga membahas potensi ternak domba yang relatif lebih tahan terhadap penyakit dibandingkan beberapa jenis ternak lain. Peserta diajak memahami faktor-faktor yang dapat menimbulkan wabah penyakit, baik dari lingkungan maupun kesalahan manajemen, sehingga mampu melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Dari sisi bisnis, potensi pasar domba dan kambing turut menjadi perhatian. Permintaan yang stabil, terutama pada momen-momen tertentu seperti hari raya idul adha, menjadikan usaha ini memiliki prospek yang menjanjikan. Pelatihan yang diikuti oleh 15 peserta, baik internal maupun eksternal, berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab seputar breeding dan fattening domba, strategi scale up usaha, hingga manajemen kandang yang efektif.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke kandang domba nusaQu. Sesi ini menjadi momen penting untuk melihat penerapan sistem breeding dan fattening secara nyata, sehingga teori yang telah dipelajari dapat dipahami.
Pelatihan Manajemen Breeding dan Fattening Domba yang diselenggarakan nusaQu menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan edukasi di sektor peternakan. Dengan menghadirkan pemateri berpengalaman, kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan sekaligus kepercayaan diri bagi calon peternak.
Program ini sangat relevan bagi pemula yang ingin memulai usaha domba, peternak yang ingin mengembangkan skala bisnis, hingga investor dan mitra yang ingin memahami sistem peternakan secara menyeluruh. Melalui edukasi yang tepat, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengelola peternakan domba secara profesional, berkelanjutan, dan menguntungkan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran Pelatihan Bisnis Ternak selanjutnya, kunjungi nusaqu.id/ilb atau hubungi tim nusaQu.
27 February 2026
25 February 2026
22 February 2026
21 February 2026
20 February 2026